a Friend or a Foe
Written by abu hanah on 19 March 2007 – 3:49 am -dulu sekali, sering kita duduk berdampingan, mengisi waktu hanya berdua saja
dengan obrolan penting atau yang kadang tak bermakna, berbagi duka atau canda
menyusun angan dan harapan tentang kehidupan esok hari,
dan di beranda rumah di malam itu, kembali kita duduk berjejeran
selewat beberapa tahun telah berganti
tetapi mengapa kebersamaan kita tak lagi serupa dulu
ketika isi kepala tak lagi sama
ketika yang kau senangi adalah yang kubenci
ketika yang berarti bagiku tak bermakna bagimu
ketika penuh perselisihan tentang salah atau benar
segera kusadari bahwa jalan yang kita tempuh tak lagi sama
bahwa takdir yang kaupilih dan kupilih adalah berbeda
dan itu membuatku sakit, sakit sekali
aku takut jika jalan itu menyesatkanmu, membawamu kepada kegelapan abadi
dingin gelap, tanpa kehangatan cahaya, berujung celaka
atau ketika suatu hari harus bertarung mengadu nyawa demi membela jalan kita
tanpa ragu kau tebaskan pedangmu padaku dan aku membalasnya
mengapa aku harus ragu dengan jalanku dan mengikuti jalanmu
ketika telah datang sebagian ilmu yang tidak datang padamu
ilmu yang menunjukkan padaku jalan yang lurus
ah, semoga suatu saat kita bertemu di sebuah persimpangan
dan kembali berjalan bersama
selalu doaku menyertaimu
semoga keselamatan dan kebaikan atasmu
bukankah kita masih tetap berkawan?
Tags: persimpangan jalan, sahabat lama, teman
Posted in Selingan | 1 Comment »

March 22nd, 2007 at 7:26 am
wah ada apa nih ? semoga tetep berkawan ya…