<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Samara &#187; Ranjang Pasutri</title>
	<atom:link href="http://abiyar.com/category/ranjang-pasutri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abiyar.com</link>
	<description>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Feb 2010 10:27:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mas EDi: Masalah Besar Laki-laki</title>
		<link>http://abiyar.com/mas-ed-masalah-besar-laki-laki/</link>
		<comments>http://abiyar.com/mas-ed-masalah-besar-laki-laki/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 06:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Ranjang Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[ejakulasi dini]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan seks]]></category>
		<category><![CDATA[masalah seks pria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Di antara salah satu tujuan pernikahan adalah memelihara kemaluan dan memiliki keturunan. Kedua hal tersebut jika diringkas dalam satu kata yakni kebutuhan SEKS. Walaupun bukan satu-satunya tujuan pernikahan, jika ada gangguan dalam pemenuhannya, baik pada salah satu pihak (pihak suami atau istri) atau kedua-duanya, bisa mengancam keberlangsungan biduk rumah tangga. Nah, daripada itu, ada baiknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di antara salah satu tujuan pernikahan adalah memelihara kemaluan dan memiliki keturunan. Kedua hal tersebut jika diringkas dalam satu kata yakni kebutuhan SEKS. Walaupun bukan satu-satunya tujuan pernikahan, jika ada gangguan dalam pemenuhannya, baik pada salah satu pihak (pihak suami atau istri) atau kedua-duanya, bisa mengancam keberlangsungan biduk rumah tangga. Nah, daripada itu, ada baiknya kita mempelajari permasalahan di seputar seks, tentunya dari orang yang ahli dan dapat dipertanggungjawabkan. Dan mengawali pembahasan, kami sajikan sebuah pertanyaan tentang masalah Ejakulasi Dini yang dijawab oleh dr. Insan Agung Nugroho*. Mari, dipelajari (dan diamalkan).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertanyaan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh</p>
<p style="text-align: justify;">Dokter,saya mengalami Ejakulasi Dini (EDi) dan posisi MR. P kalau ereksi ke bawah. Yang saya mau tanyakan obatnya apa dan apakah bisa disembuhkan ? Dan apakah karena posisi ke bawah itu mengakibatkan kesakitan pada pasangannya ? Umur saya sekarang 41 tahun. Dan doa apa yang harus saya baca untuk mencegah perceraian. Saya sekarang mulai lagi puasa Daud &amp; Sholat tahajud. Insya Allah. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih. Semoga dengan konsultasi dengan pak Dokter, Allah subhanahuwata’aala menjadikan keluarga saya keluarga sakinah, mawadah dan warrahmah. Amin. (Bpk Tn)</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-110"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jawaban </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sepaham saya EDi (Ejakulasi Dini) itu lebih banyak dipengaruhi masalah psikologis, bukan anatomis. Jadi kondisi Mr.P yang mengarah ke bawah saat ereksi itu tidak begitu berpengaruh banyak dalam terjadinya EDi. Juga kondisi Mr.P yang seperti itu sebenarnya tidak menyebabkan kesakitan, karena di dalam vagina itu lebih banyak area G-spotnya yang kalo dirangsang justru akan menyenangkan pasangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Disini sebenarnya lebih banyak kendala psikologis yang berperan. Bapak merasa dgn kondisi Mr.P yang spt itu menyebabkan masalah, sehingga memikirkan yang bukan-bukan. ED sendiri definisinya yang baku gak ada yang pas. Karena kata “dini” itu terkait dgn orgasme pihak istri. Jika isteri bisa orgasme dalam satu menit, maka suami ejakulasi dlm dua menit gak masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang jadi masalah adalah jika ternyata isteri orgasmenya butuh waktu lama. Hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan foreplay yang intens. Wanita memiliki area-area yang jika diraba dan dirangsang akan menghasilkan reaksi seksual yang hebat. Sedangkan selama ini laki-laki selalu terfokus untuk koitus (hubungan kelamin) saja, dan mengabaikan foreplay. Jika foreplay cukup, maka koitus satu menit saja si isteri bisa orgasme. Tapi jika pinginnya langsung main tembak, maka biasanya si laki yang lebih dulu ambruk.</p>
<p style="text-align: justify;">Foreplay ini sunnah, dan diperintahkan Nabi saw. Nabi membahasakannya dgn istilah “utusan”, yakni bercanda dan bercumbu. Kemudian bersikaplah terbuka di dalam membicarakan masalah ini dengan isteri. Toh menikah itu tujuannya ibadah, bukan melulu masalah seksual. Keterbukaan ini maksudnya keterbukaan dalam hal membicarakan kendala-kendala hubungan seksual itu. Bukan hal tabu kok bicara seks dengan isteri. Bahkan berkomunikasilah, area mana yang banyak memberikan rangsangan terhadap isteri, shg kedua pihak bisa terpuaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengenai doa, gak ada doa khusus. Perbaiki sajalah hubungan suami isteri. Pahamkan hak dan kewajiban masing-masing. Jika sudah paham itu, perceraian bisa dihindarkan. Sedangkan apakah ada obatnya atau tidak (ttg Mr. P yang tegak ke bawah), harus dilihat secara anatomis. Adakah kelainan secara anatomis? Jika ada maka terapinya bukan obat.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian sedikit jawaban dari saya, semoga membantu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dikutip dari blog dr. Insan Agung Nugroho (blogger pitutur.net dan pengasuh Forum Kesehatan pada habbatsonline.com) dengan sedikit perbaikan.<span style="text-decoration: line-through;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: line-through;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abiyar.com/mas-ed-masalah-besar-laki-laki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mandi Bareng Yuk Dik &#8230;.</title>
		<link>http://abiyar.com/mandi-bareng-yuk-dik/</link>
		<comments>http://abiyar.com/mandi-bareng-yuk-dik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 09:06:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ranjang Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[mandi bersama]]></category>
		<category><![CDATA[mandi bersama dengan istri]]></category>
		<category><![CDATA[membangun kemesraan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Barangkali inilah salah satu di antara kiat-kiat yang dicontohkan oleh Rasulullah bagi pasutri untuk semakin menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang di antara keduanya: -mandi bersama-. Tidak perlu sungkan, tidak perlu malu. Insya@llah, bukankah jika disertai niat untuk menjalankan sunnah Rasulullah hal ini akan membawa pahala. Mari.



Mandi Bareng
Mandi Bareng? Ih….malu; jijik lagi. Ntar…
Ah…gak mau!!!
Demikian beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-141" title="sotc-deckmountenclosures" src="http://abiyar.com/wp-content/uploads/2009/10/sotc-deckmountenclosures3.jpg" alt="sotc-deckmountenclosures" width="145" height="183" />Barangkali inilah salah satu di antara kiat-kiat yang dicontohkan oleh Rasulullah bagi pasutri untuk semakin menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang di antara keduanya: -mandi bersama-. Tidak perlu sungkan, tidak perlu malu. Insya@llah, bukankah jika disertai niat untuk menjalankan sunnah Rasulullah hal ini akan membawa pahala. Mari.</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mandi Bareng</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mandi Bareng? Ih….malu; jijik lagi. Ntar…<br />
Ah…gak mau!!!<br />
Demikian beberapa komentar yang penulis dapatkan mengenai ritual mandi bareng antara suami – istri;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku biasa mandi bersama dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan satu bejana. Kami biasa bersama-sama memasukkan tangan kami (ke dalam bejana).” (HR. Abdurrazaq dan Ibnu Abi Syaibah)</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Hadits di atas menjelaskan kepada kita, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, seorang hamba pilihan Allah, Rasul terakhir, teladan kita; tidak segan-segan untuk mandi bersama dengan istri beliau, dalam hadits di atas, beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mandi bersama dengan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam satu kamar mandi dengan bak yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-66"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Betapa mesra apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan istri beliau. Meskipun beliau sebagai seorang yang super sibuk mengurus ummat, namun beliau tidak lupa untuk menjalin kemesraan dengan istri-istri beliau.</p>
<p style="text-align: justify;">Mandi bersama antara suami dan isti bukan suatu hal yang tercela. Toh, junjungan kita, teladan ummat ini, manusia terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rasullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukannya. Apabila hal ini merupakan hal yang tercela, tentulah beliau Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak akan melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan mandi bersama, akan terwujud suatu kemesraan, jika hal ini biasa dilakukan oleh pasangan suami istri, insya Allah akan terwujud suatu ikatan yang kuat antara suami dan istri. Mandi bersama, merupakan salah satu langkah untuk mengakrabkan dan melestarikan kemesraan antara suami dan istri. Dengan mandi bersama, kejenuhan, kebosanan, ketegangan antara suami-istri dapat hilang dan berganti dengan suasan penuh kedamaian dan ketentraman. Gak percaya? Coba aja lagi…!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, bila seorang suami minta istrinya menemani mandi, janganlah istri menolak, demikian juga sebaliknya. Bila suami meminta istri tuk mengeramasi , menggosokakan sabun di badannya, meluluri badannya; istri tidak perlu risi atau menganggap suaminya kekanak-kanakan. Demikian juga sebaliknya. Istri pun boleh melakukan permintaan yang sama kepada suami. Hal ini bukan hanya monopoli pihak suami. Bukan lah hal tercela atau aib jika suami melakukan hal-hal di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Mandi bersama ini, di antara sebagian pasangan merupakan hal yang tabu dan tercela. Entah apa alasan mereka. Ada yang karena malu, ada yang jijik dan sebagainya. Bagi mereka yang memiliki pandangan seperti ini, hendaklah mereka takut kepada Allah dan segera bertaubat kepada Allah. Secara tidak sadar, dan tanpa sengaja; mereka telah menuduh rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukan perbuatan yang tidak patut dan tercela. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah orang yang paling baik akhlaqnya di muka bumi ini. Apabila hal tersebut (mandi bersama) merupakan hal yang tidak terpuji, apalagi melanggar syariat Allah Subhanau wa Ta’ala; tentulah Allah Azza wa Jalla akan menegur Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai bukti kemaksuman beliau. Namun hal ini tidak terjadi, alhamdulillah. Jika mandi bersama ini merupakan suatu hal yang memalukan, tentulah Ummahatul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha tidak akan menceritakan hadits ini kepada kita semua. Bukankah begitu?</p>
<p style="text-align: justify;">So… tidak ada alasan tuk tidak melakukannya bukan? Jadikan mandi bersama sebagai bagian dari hidup kita sehari-hari.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">di copi paste dari rumah Abah Utik di abah.tblog.com</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abiyar.com/mandi-bareng-yuk-dik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
