<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Samara &#187; Selingan</title>
	<atom:link href="http://abiyar.com/category/selingan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abiyar.com</link>
	<description>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Feb 2010 10:27:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Doa agar Diberikan Keturunan yang Shalih</title>
		<link>http://abiyar.com/doa-agar-diberikan-keturunan-yang-shalih/</link>
		<comments>http://abiyar.com/doa-agar-diberikan-keturunan-yang-shalih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 10:16:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Selingan]]></category>
		<category><![CDATA[buah hati tak kunjung datang]]></category>
		<category><![CDATA[Doa agar Diberikan Keturunan yang Shalih]]></category>
		<category><![CDATA[doa minta anak]]></category>
		<category><![CDATA[doa minta anak yang shalih]]></category>
		<category><![CDATA[merindukan buah hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Adalah sebuah kewajaran bagi suami istri merindukan hadirnya si buah hati. Namun kadangkala ketika pernikahan telah berlalu berberapa tahun buah hati yang dirindukan tak kunjung datang.  Berbagai cara telah ditempuh. Baik dengan berkonsultansi dengan dokter, herbalis, konsumsi obat atau suplemen, dan berbagai metode lainnya. Dan untuk menggenapi usaha tersebut ada satu yang tidak boleh ditinggalkan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Adalah sebuah kewajaran bagi suami istri merindukan hadirnya si buah hati. Namun kadangkala ketika pernikahan telah berlalu berberapa tahun buah hati yang dirindukan tak kunjung datang.  Berbagai cara telah ditempuh. Baik dengan berkonsultansi dengan dokter, herbalis, konsumsi obat atau suplemen, dan berbagai metode lainnya. Dan untuk menggenapi usaha tersebut ada satu yang tidak boleh ditinggalkan, yakni dengan tiada henti-hentinya berdoa, bermunajat ke hadirat Allah Azza wa Jalla agar diberikan keturunan yang shalih.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-219"></span>Beberapa doa dalam permasalah tersebut telah Allah tuntunkan di dalam Al-Quran. Dan sebaik-baik doa adalah apa yang telah diturunkan oleh Allah dan diajarkan oleh Rasulnya. Patutlah kita amalkan dengan memperhatikan adab-adab doa, waktu yang mustajab, serta menghilangkan penghalang-penghalang dari dikabulkannya doa. Hanya kepada Allahlah kita meminta dan hanya Allahlah yang memenuhi doa kita. Berikut ini di antara doa-doa tersebut.</p>
<p style="text-align: right;"><strong> </strong><strong>رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً</strong> ۖ <strong>إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa (QS. Ali ‘Imraan: 38)</p>
<p style="text-align: right;"><strong>رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ</strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ya Rabbku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris yang paling Baik (QS. Al-Anbiyaa’: 89)</p>
<p style="text-align: right;"><strong>رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا</strong><strong> </strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ya Rabb Kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Al-Furqaan: 74)</p>
<p style="text-align: right;"><strong>رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ</strong><strong></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh. (QS. Ash-Shaaffaat: 100)</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga buah hati yang dirindukan nantinya tak hanya sekedar bayangan. Aamiin.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">(Sumber: dari buku Doa dan Wirid oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abiyar.com/doa-agar-diberikan-keturunan-yang-shalih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Penghujung Bulan</title>
		<link>http://abiyar.com/di-penghujung-bulan/</link>
		<comments>http://abiyar.com/di-penghujung-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 06:28:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Selingan]]></category>
		<category><![CDATA[akhir bulan]]></category>
		<category><![CDATA[kesederhanaan nabi]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen dapur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Ketika bulan hampir berganti, banyak di antara kita yang bekerja dengan penghasilan yang pas-pasan, merasakan betapa sempitnya penghidupan di penghujung bulan. Uang yang masih tersisa harus diirit sedemikan rupa agar bisa cukup sampai waktu gajian di awal bulan. Tak terkecuali urusan dapur juga terkena imbasnya. Di hari-hari terakhir, asap tak lagi membumbung keluar dari dapur. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ketika bulan hampir berganti, banyak di antara kita yang bekerja dengan penghasilan yang pas-pasan, merasakan betapa sempitnya penghidupan di penghujung bulan. Uang yang masih tersisa harus diirit sedemikan rupa agar bisa cukup sampai waktu gajian di awal bulan. Tak terkecuali urusan dapur juga terkena imbasnya. Di hari-hari terakhir, asap tak lagi membumbung keluar dari dapur. Gundah, resah, gelisah. Demikianlah rasa hati demi memikirkan kebutuhan anak istri di saat rezeki belum menyapa.</p>
<p style="text-align: justify;">Di saat-saat demikian dengan menengok kehidupan Rasulullah dan keluarganya akan bisa menjadi obat pelipur hati. Siapa yang tidak kenal dengan beliau. Beliaulah manusia yang di hari kiamat kelak akan diberikan Maqaman Mahmudan yang tidak diberikan kepada nabi-nabi lainnya. Pemilik syafaat terbesar yang diajukan agar Allah segera mengadili manusia yang telah berdiri menunggu sekian lama di padang Mashsyar. Manusia pertama yang memasuki surga. Dengan segala kemuliaan yang demikian ternyata kehidupan beliau di dunia sangat sederhana.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-157"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Inilah beberapa kutipan hadist yang  dikumpulkan oleh Imam Nawawi di dalam kitabnya Riyadush Shalihin yang patut kita renungkan bersama.</p>
<ul>
<li> Hadist nomor 493</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah bahwasanya dia pernah berjalan melewati suatu kaum yang di hadapan mereka terdapat daging kambing bakar, lalu mereka memanggilnya tetapi dia menolak ikut makan seraya mengatakan: “ Rasulullah meninggal dunia sementara beliau tidak pernah kenyang makan roti gandum <em>(sya’iir)</em>.” (Diriwayatkan oleh Bukhari IX/549).</p>
<ul>
<li> Hadist nomor 494</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dari Anas, beliau berkata: “ Nabi belum pernah makan di atas meja makan (khiwaan) sampai meninggal dunia. Dan beliau juga belum pernah makan roti yang besar dan yang lembut sampai beliau meninggal dunia.”  Dan dalam riwayat yang lain disebutkan: “ Dan beliau belum pernah sama sekali melihat kambing guling <em>(syaatan samiithan)</em> secara langsung. (Diriwayatkan oleh Bukhari IX/530).</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Syaatan samiithan</em> yakni kambing muda yang telah dihilangkan bulu-bulunya dengan air panas, lalu dipanggang.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Hadist nomor 495</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dari Nu’man bin Basyiir,  beliau berkata: “ Aku pernah menyaksikan Nabi kalian, di mana beliau tidak mendapatkan makanan meskipun hanya kurma terburuk yang dapat mengisi perutnya.” (Diriwayatkan oleh Muslim 2978)</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Hadist nomor 496</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dari Sahl bin Sa’ad, beliau berkata: “ Rasulullah tidak pernah melihat roti yang terbuat dari tepung yang putih dan halus sejak beliau diutus oleh Allah sampai beliau diwafatkan oleh-Nya.” Lalu ada yang mengatakan kepada Sahl: “ Apakah pada masa Rasulullah tidak ada ayakan?” Sahl menjawab: “ Rasulullah tidak pernah melihat ayakan sejak beliau diutus oleh Allah sampai beliau diwafatkan oleh-Nya.” Lebih lanjut ditanyakan kepada Sahl: “ Bagaimana kalian memakan gandum tanpa diayak terlebih dahulu?” Dia menjawab: “ Kami menumbuk dan meniup-niupnya sehingga terbanglah yang terbang dan sisanya kami basahi (masak).” (Diriwayatkan oleh Bukhari IX/548)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Semoga segala gundah hati di saat ini bergati dengan kegembiraan dan  kerinduan akan kampung akhirat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abiyar.com/di-penghujung-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Dapur Kita dan Dapur Nabi</title>
		<link>http://abiyar.com/dapur-kita-dan-dapur-nabi/</link>
		<comments>http://abiyar.com/dapur-kita-dan-dapur-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 02:27:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Selingan]]></category>
		<category><![CDATA[akibat banyak makan]]></category>
		<category><![CDATA[dapur kita]]></category>
		<category><![CDATA[dapur nabi]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga Muhammad tidak pernah kenyang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Berapa banyak piring dan mangkuk terhidang di meja makan kita hari ini? Rasa-rasanya pada zaman ini, minimal sebakul nasi, semangkuk sayur dan sepiring lauk hampir dapat dipastikan selalu tersedia di rumah-rumah keluarga muslim. Belum lagi dengan senampan buah hidangan pencuci mulut. Bahkan pada saat-saat tertentu, makanan dan minuman tersedia melimpah ruah. Dan tak jarang, karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-150" title="food2" src="http://abiyar.com/wp-content/uploads/2009/11/food2.jpg" alt="food2" width="159" height="105" />Berapa banyak piring dan mangkuk terhidang di meja makan kita hari ini? Rasa-rasanya pada zaman ini, minimal sebakul nasi, semangkuk sayur dan sepiring lauk hampir dapat dipastikan selalu tersedia di rumah-rumah keluarga muslim. Belum lagi dengan senampan buah hidangan pencuci mulut. Bahkan pada saat-saat tertentu, makanan dan minuman tersedia melimpah ruah. Dan tak jarang, karena terlalu bersemangatnya kita dalam menikmati makanan hingga sakit perut karena kekenyangan. Padahal dikatakan bahwa kekenyangan menjadi penyebab kebodohan, suka tidur, hilangnya kecerdasan dan menimbulkan  ketidaktaatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun telah diberikan nikmat dengan makanan berlimpah, seringkali masih terucap dari lisan bahwa rizki yang diperoleh masih kurang, keluh kesah tentang kesukaran dalam penghidupan, dan ungkapan-ungkapan lain penanda jiwa yang kurang bersyukur. Patutkah kita berlaku seperti itu?</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-146"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Barangkali kita perlu sejenak menengok apa yang terjadi di dapur keluarga Rasulullah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bunda ‘Aisyah berkata: “Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang dari roti gandum (sya’ir) dalam waktu dua hari berturut, turut sehingga beliau meninggal dunia.” Dan dalam sebuah riwayat yang lain Bunda ‘Aisyah berkata: “Sejak menetap di Madinah, keluarga Muhammad tidak pernah kenyang oleh makanan yang terbuat dari gandum (burr) dalam waktu tiga malam berturut-turut sampai beliau meninggal dunia.” (Kedua hadist tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan dalam sebuah hadist lain dari ‘Urwah (beliau adalah putra Zubair dan Asma’), dari ‘Aisyah, bahwasanya beliau berkata: “Wahai keponakanku, demi Allah, kami pernah melihat hilal (bulan baru), lalu hilal dan kemudian hilal, tiga kali dalam dua bulan, sedangkan di rumah-rumah Rasulullah tidak dinyalakan api sama sekali” . Kutanyakan: “Wahai bibiku, jika demikian maka makanan apa yang dapat menghidupkan kalian?” Dia menjawab: “Dua makanan hitam: kurma dan air, hanya saja waktu itu Rasulullah mempunyai tetangga Anshar, mereka mempunyai domba atau unta perahan. Mereka sering mengantarkan air susunya untuk Rasulullah, sehingga kamipun diberinya minuman dengannya.” (Hadist riwayat Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah Rasulullah, manusia yang paling mulia dari seluruh manusia, hidup dengan sangat sederhana. Beliau dan keluarga berpaling dari (kesenangan) terhadap dunia dan zuhud terhadapnya. Alangkah patutnya kita merasa malu, jika kita memang masih dikaruniai rasa itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abiyar.com/dapur-kita-dan-dapur-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kado Malam Pertama</title>
		<link>http://abiyar.com/kado-malam-pertama/</link>
		<comments>http://abiyar.com/kado-malam-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Sep 2007 09:50:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Selingan]]></category>
		<category><![CDATA[asy sya'bi]]></category>
		<category><![CDATA[istri cantik]]></category>
		<category><![CDATA[kado malam pertama]]></category>
		<category><![CDATA[syuraih al qadhi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.wordpress.com/2007/09/06/kado-malam-pertama/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk kekasihku tercinta.
Duhai, adinda. Bukanlah aku seorang ahli ilmu atau orang berharta. Tak mampu kutuliskan untukmu walau hanya sebuah kitab yang kecil saja.  Atau sebuah kunci kotak berisi harta dan perhiasan. Hanya bingkisan kisah ini yang dapat kuberikan padamu sebagai hadiah di malam pertama. Perhatikanlah, akan banyak manfaat yang bisa dipetik sebagai pelajaran bagi kita.
Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Untuk kekasihku tercinta.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-77" title="hadiah" src="http://abiyar.com/wp-content/uploads/2007/09/hadiah-150x150.jpg" alt="hadiah" width="122" height="102" />Duhai, adinda. Bukanlah aku seorang ahli ilmu atau orang berharta. Tak mampu kutuliskan untukmu walau hanya sebuah kitab yang kecil saja.  Atau sebuah kunci kotak berisi harta dan perhiasan. Hanya bingkisan kisah ini yang dapat kuberikan padamu sebagai hadiah di malam pertama. Perhatikanlah, akan banyak manfaat yang bisa dipetik sebagai pelajaran bagi kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan demikianlah yang telah diceritakan oleh Syuraih al Qadhi kepada Asy Sya’bi. “Selama 20 tahun aku tidak melihat sesuatu yang membuatku marah terhadap istriku. Sejak malam pertama aku bersua dengan istriku, aku melihat padanya kecantikan yang mengoda dan kecantikan yang langka. Aku berkata dalam hatiku: Aku akan bersuci dan shalat dua rakaat sebagai tanda syukur kepada Allah. Ketika aku salam dan mendapati istriku menunaikan shalat dengan shalatku, dan salam dengan salamku. Maka ketika rumahku telah sepi dari para sahabat dan rekan-rekan, maka aku berdiri kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-17"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Aku ulurkan tanganku kepadanya, maka dia berkata, ‘Perlahan wahai Abu Umayyah (nama kunyah Syuraih al Qadhi, pen), seperti keadaanmu semula. Segala puji bagi Allah. Aku memuji-Nya dan memohon pertolongan kepada-Nya. Aku sampaikan shalawat dan salam atas Muhammad dan keluarganya. Sesungguhnya aku adalah wanita asing yang tidak mengetahui akhlakmu, maka jelaskanlah kepadaku apa yang engkau sukai sehingga aku akan melakukannya dan apa yang tidak engkau sukai sehingga aku meninggalkannya.’</p>
<p style="text-align:justify;">Ia melanjutkan, ’Sesungguhnya pada kaummu terdapat wanita yang dapat engkau nikahi, dan pada kaumku terdapat pria yang sekufu denganku. Tetapi jika Allah menentukan suatu perkara, maka perkara itu terjadi. Engkau telah berkuasa, maka lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, yaitu menahan dengan yang ma’ruf atau mencerai dengan cara yang baik. Aku ucapkan sampai di sini saja, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan untukmu….!’</p>
<p style="text-align:justify;">Demi Allah wahai Asy Sya’bi, ia membuatku membutuhkan khutbah di tempat tersebut. Aku katakan, ‘Segala puji bagi Allah. Aku memuji-Nya dan memohon pertolongan kepada-Nya. Aku sampaikan shalawat dan salam atas Nabi dan keluarganya. Sesungguhnya engkau mengatakan sesuatu pembicaraan yang apabila engkau teguh di atasnya, maka itu akan menjadi keberuntunganmu. Dan jika engkau meninggalkannya, maka itu menjadi hujjah (keburukan) atasmu. Aku menyukai demikian dan demikian, dan aku tidak menyukai demikian dan demikian. Apa yang engkau lihat baik maka sebarkanlah, dan apa yang engkau lihat buruk maka tutupilah!’</p>
<p style="text-align:justify;">Ia mengatakan, ‘Bagaimana kesukaanmu dalam mengunjungi keluargaku?’ Aku menjawab, ‘Aku tidak ingin mertuaku membuatku penat.’ Ia bertanya, ‘Siapa yang engkau sukai dari para tetanggamu untuk masuk ke rumahmu sehingga aku mengizinkannya, dan siapa yang tidak engkau sukai sehingga aku tidak mengizinkannya masuk?’ Aku mengatakan, ‘Bani fulan adalah kaum yang shalih dan Bani fulan adalah kaum yang buruk.’</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian aku bermalam bersamanya pada malam yang sangat nikmat (baik). Aku hidup bersamanya selama setahun dan aku tidak melihat melainkan sesuatu yang aku sukai. Ketika awal tahun aku datang dari majelis Qadha’ (peradilan), tiba-tiba ada seorang wanita di dalam rumah. Aku bertanya, ‘Siapa dia?’ Mereka menjawab, ‘Mertuamu (yakni ibu dari istrimu).’ Ia menoleh kepadaku dan bertanya kepadaku, ‘Bagaimana pendapatmu tentang istrimu?’ Aku menjawab, ‘Sebaik-baik istri.’ Ia mengatakan, ‘Wahai Abu Umayyah, wanita itu tidak akan menjadi lebih buruk keadaannya darinya dalam dua keadaan: jika melahirkan anak atau dimuliakan di sisi suaminya. Demi Allah, laki-laki tidak akan menemui di rumahnya yang lebih buruk daripada wanita yang manja. Oleh karena itu, hukumklah dengan hukuman yang engkau suka, dan didiklah dengan didikan yang engkau suka.’</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu aku tinggal bersamanya selama 20 tahun dan aku tidak pernah menghukumnya mengenai sesuatu pun kecuali sekali, dan aku merasa telah menzhaliminya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Dikutip dari: Panduan Lengkap Nikah (dari A sampai Z), Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin ‘Abdir Razzaq</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abiyar.com/kado-malam-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Time is Coming</title>
		<link>http://abiyar.com/the-time-is-coming/</link>
		<comments>http://abiyar.com/the-time-is-coming/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Aug 2007 03:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Selingan]]></category>
		<category><![CDATA[puisi pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.wordpress.com/2007/08/20/the-time-is-coming/</guid>
		<description><![CDATA[Saat itu hampir tiba
Kami berdua
Anak-anak muda bermodal semangat semata,
Bekal ilmu? harta?
Dua hal yang belum kami miliki nampaknya
Ada apa?

InsyaAllah dalam beberapa hari
Tidak lama lagi
Di hadapan dia
Di hadapan orang tuanya
Di hadapan dua orang saksi
Saya akan berikrar, berjanji, menerima
Untuk apa?
Bahwa mulai hari itu
Tanggung jawab ada di pundak saya
Mendidik dan mengajar ketaatan
Memberi makan, pakaian dan kediaman
Bersikap lemah lembut
Bukankah dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat itu hampir tiba<br />
Kami berdua<br />
Anak-anak muda bermodal semangat semata,<br />
Bekal ilmu? harta?<br />
Dua hal yang belum kami miliki nampaknya</p>
<p>Ada apa?</p>
<p><span id="more-16"></span><br />
InsyaAllah dalam beberapa hari<br />
Tidak lama lagi<br />
Di hadapan dia<br />
Di hadapan orang tuanya<br />
Di hadapan dua orang saksi<br />
Saya akan berikrar, berjanji, menerima</p>
<p>Untuk apa?</p>
<p>Bahwa mulai hari itu<br />
Tanggung jawab ada di pundak saya<br />
Mendidik dan mengajar ketaatan<br />
Memberi makan, pakaian dan kediaman<br />
Bersikap lemah lembut<br />
Bukankah dia dari tulang rusuk yang bengkok?</p>
<p>Mengapa?</p>
<p>Ya, mulai hari itu saya adalah suaminya<br />
Dan dia istri saya</p>
<p>Lalu?</p>
<p>Mohon doa dari teman-teman<br />
Kiranya Allah memberi keberkahan<br />
Pada kami dan yang ada pada diri kami<br />
Dan mengumpulkan kami dalam kebaikan<br />
Aamiin</p>
<p>- &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - -<br />
Tidak lama lagi<br />
Pekan kedua di bulan Sya’ban <img src='http://abiyar.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://abiyar.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://abiyar.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abiyar.com/the-time-is-coming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>a Friend or a Foe</title>
		<link>http://abiyar.com/a-friend-or-a-foe/</link>
		<comments>http://abiyar.com/a-friend-or-a-foe/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2007 03:49:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Selingan]]></category>
		<category><![CDATA[persimpangan jalan]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat lama]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.wordpress.com/2007/03/19/a-friend-or-a-foe/</guid>
		<description><![CDATA[
dulu sekali, sering kita duduk berdampingan, mengisi waktu hanya berdua saja
dengan obrolan penting atau yang kadang tak bermakna, berbagi duka atau canda
menyusun angan dan harapan tentang kehidupan esok hari,
dan di beranda rumah di malam itu, kembali kita duduk berjejeran
selewat beberapa tahun telah berganti
tetapi mengapa kebersamaan kita tak lagi serupa dulu
ketika isi kepala tak lagi sama
ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--></p>
<p style="text-align: justify;">dulu sekali, sering kita duduk berdampingan, mengisi waktu hanya berdua saja</p>
<p style="text-align: justify;">dengan obrolan penting atau yang kadang tak bermakna, berbagi duka atau canda</p>
<p style="text-align: justify;">menyusun angan dan harapan tentang kehidupan esok hari,</p>
<p style="text-align: justify;">dan di beranda rumah di malam itu, kembali kita duduk berjejeran</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-14"></span>selewat beberapa tahun telah berganti</p>
<p style="text-align: justify;">tetapi mengapa kebersamaan kita tak lagi serupa dulu</p>
<p style="text-align: justify;">ketika isi kepala tak lagi sama</p>
<p style="text-align: justify;">ketika yang kau senangi adalah yang kubenci</p>
<p style="text-align: justify;">ketika yang berarti bagiku tak bermakna bagimu</p>
<p style="text-align: justify;">ketika penuh perselisihan tentang salah atau benar</p>
<p style="text-align: justify;">segera kusadari bahwa jalan yang kita tempuh tak lagi sama</p>
<p style="text-align: justify;">bahwa takdir yang kaupilih dan kupilih adalah berbeda</p>
<p style="text-align: justify;">dan itu membuatku sakit, sakit sekali</p>
<p style="text-align: justify;">aku takut jika jalan itu menyesatkanmu, membawamu kepada kegelapan abadi</p>
<p style="text-align: justify;">dingin gelap, tanpa kehangatan cahaya, berujung celaka</p>
<p style="text-align: justify;">atau ketika suatu hari harus bertarung mengadu nyawa demi membela jalan kita</p>
<p style="text-align: justify;">tanpa ragu kau tebaskan pedangmu padaku dan aku membalasnya</p>
<p style="text-align: justify;">mengapa aku harus ragu dengan jalanku dan mengikuti jalanmu</p>
<p style="text-align: justify;">ketika telah datang sebagian ilmu yang tidak datang padamu</p>
<p style="text-align: justify;">ilmu yang menunjukkan padaku jalan yang lurus</p>
<p style="text-align: justify;">ah, semoga suatu saat kita bertemu di sebuah persimpangan</p>
<p style="text-align: justify;">dan kembali berjalan bersama</p>
<p style="text-align: justify;">selalu doaku menyertaimu</p>
<p style="text-align: justify;">semoga keselamatan dan kebaikan atasmu</p>
<p style="text-align: justify;">bukankah kita masih tetap berkawan?</p>
<p style="margin-bottom: 0pt; text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abiyar.com/a-friend-or-a-foe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
