<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Langgam Cinta</title>
	<atom:link href="http://abiyar.com/langgam-cinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abiyar.com</link>
	<description>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 May 2010 18:52:22 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Abu Aufa's Weblog</title>
		<link>http://abiyar.com/langgam-cinta/comment-page-1/#comment-25</link>
		<dc:creator>Abu Aufa's Weblog</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 10:02:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.com/?page_id=121#comment-25</guid>
		<description>Cinta adalah mahkota tapi dari besi, harta benda tapi dari tanah, dan tambang tapi dari fatamorgana. Cinta apapun yang diklaim maka itu terbatas. Sebab hubungan antar manusia pada umumnya dibangun atas dasar kepentingan, meskipun keindahan itu bermacam-macam dan keanekaragaman itu indah. Setiap hati memiliki tabiat cinta yang mengalirkan manisnya kesenangan. Seandainya manusia bisa melihat hati orang-orang yang keras hatinya, niscaya mereka akan menemukan didalamnya cinta dan kasih sayang yang memancar, akan tetapi cinta dan kasih tersebut tumpah ditanah yang buruk.

- Syaikh DR. Shalih bin Fauzan al Fauzan-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cinta adalah mahkota tapi dari besi, harta benda tapi dari tanah, dan tambang tapi dari fatamorgana. Cinta apapun yang diklaim maka itu terbatas. Sebab hubungan antar manusia pada umumnya dibangun atas dasar kepentingan, meskipun keindahan itu bermacam-macam dan keanekaragaman itu indah. Setiap hati memiliki tabiat cinta yang mengalirkan manisnya kesenangan. Seandainya manusia bisa melihat hati orang-orang yang keras hatinya, niscaya mereka akan menemukan didalamnya cinta dan kasih sayang yang memancar, akan tetapi cinta dan kasih tersebut tumpah ditanah yang buruk.</p>
<p>- Syaikh DR. Shalih bin Fauzan al Fauzan-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu hanah</title>
		<link>http://abiyar.com/langgam-cinta/comment-page-1/#comment-24</link>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 02:54:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.com/?page_id=121#comment-24</guid>
		<description>Mengapa pandangan ini menjadi nyalang?
Karena kesedihan ataukah karena kemudahan?
Dari bumi manakah gerangan engkau datang?
Ataukah di surga Firdaus engkau dilahirkan?
Beritahukan kepada kami minuman dan makananmu
Beritahukan pula kedatangan dan kepergianmu
Tanda-tanda kegilaaan kini telah membayang
Karena rupamu yang dibalut keelokan
Kau rebut semua keelokan dari tangan para wanita
Andai bulan purnama berketurunan
Kaulah keturunannya

(Seorang A&#039;raby ketika memandang seorang wanita di sebuah mata air)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mengapa pandangan ini menjadi nyalang?<br />
Karena kesedihan ataukah karena kemudahan?<br />
Dari bumi manakah gerangan engkau datang?<br />
Ataukah di surga Firdaus engkau dilahirkan?<br />
Beritahukan kepada kami minuman dan makananmu<br />
Beritahukan pula kedatangan dan kepergianmu<br />
Tanda-tanda kegilaaan kini telah membayang<br />
Karena rupamu yang dibalut keelokan<br />
Kau rebut semua keelokan dari tangan para wanita<br />
Andai bulan purnama berketurunan<br />
Kaulah keturunannya</p>
<p>(Seorang A&#8217;raby ketika memandang seorang wanita di sebuah mata air)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu hanah</title>
		<link>http://abiyar.com/langgam-cinta/comment-page-1/#comment-23</link>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 02:49:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.com/?page_id=121#comment-23</guid>
		<description>karena cintanya dia menjadi hamba
padahal sebelumnya dia adalah raja
kegarangan istana tiada lagi menyertai
dia di puncak gunung menyendiri sendiri
pipi tertempel di tanah berdebu
seakan bantal-bantal sutra untuk bertumpu
begitulah kehinaan menimpa orang merdeka
jika cinta melanda dia laksana hamba sahaya

(Al-Hikam bin Hisyam bin Abdurrahman Ad-Dakhil - Raja Andalus)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>karena cintanya dia menjadi hamba<br />
padahal sebelumnya dia adalah raja<br />
kegarangan istana tiada lagi menyertai<br />
dia di puncak gunung menyendiri sendiri<br />
pipi tertempel di tanah berdebu<br />
seakan bantal-bantal sutra untuk bertumpu<br />
begitulah kehinaan menimpa orang merdeka<br />
jika cinta melanda dia laksana hamba sahaya</p>
<p>(Al-Hikam bin Hisyam bin Abdurrahman Ad-Dakhil &#8211; Raja Andalus)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
