<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Samara &#187; dongeng dan cerita untuk anak</title>
	<atom:link href="http://abiyar.com/tag/dongeng-dan-cerita-untuk-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abiyar.com</link>
	<description>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Feb 2010 10:27:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dongeng dan Cerita untuk Anak? (2)</title>
		<link>http://abiyar.com/dongeng-dan-cerita-untuk-anak-2/</link>
		<comments>http://abiyar.com/dongeng-dan-cerita-untuk-anak-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 02:48:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng dan cerita untuk anak]]></category>
		<category><![CDATA[kisah islami]]></category>
		<category><![CDATA[panduan memilih cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[HADIRKAN KISAH-KISAH TELADAN
Setelah mengetahui kandungan dan kemungkinan munculnya dampat negatif dari kisah-kisah fiktif tersebut, maka menjadi kewajiban kita untuk mengarahkan anak-anak agar menjauhi kisah-kisah fiktif dan penuh kedustaan tersebut. Kemudian mereka didekatkan dengan kisah-kisah teladan penuh hikmah. Misalnya kisah tentang para nabi Allah. Kisah-kisah teladan inilah yang semestinya mewarnai kehidupan anak-anak kita.
&#8220;Mereka itulah orang-orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>HADIRKAN KISAH-KISAH TELADAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah mengetahui kandungan dan kemungkinan munculnya dampat negatif dari kisah-kisah fiktif tersebut, maka menjadi kewajiban kita untuk mengarahkan anak-anak agar menjauhi kisah-kisah fiktif dan penuh kedustaan tersebut. Kemudian mereka didekatkan dengan kisah-kisah teladan penuh hikmah. Misalnya kisah tentang para nabi Allah. Kisah-kisah teladan inilah yang semestinya mewarnai kehidupan anak-anak kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka&#8221;.</em> [Al-An'am/6:90].</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti halnya kisah Nabi Yunus Alaihissalam ketika berada di dalam perut ikan paus, Nabi Sulaiman Alaihissalam dengan burung Hud-Hud, juga kisah Nabi Yusuf Alaihissalam dengan saudara-saudaranya. Demikian pula kisah Nabi Musa Alaihissalam dengan Khidir, dan kisah-kisah lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu juga anak harus didekatkan dengan Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Dari sirah beliau ini, kita dapat memetik banyak pelajaran, sejak beliau masih di dalam kandungan, kemudian bapak beliau meninggal, sehingga beliau lahir dalam keadaan yatim, dan seterusnya. Banyak pula peristiwa-peristiwa besar yang beliau lewati, sehingga membawa perubahan besar bagi umat manusia. Begitu juga dengan kisah-kisah yang beliau tuturkan dalam hadits-hadist yang shahih. Sebab Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah&#8221; </em>[Al-Ahzab/33:21].</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-204"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian juga kita bisa menuturkan kepada anak-anak dengan kisah-kisah para sahabat Nabi, sebagaimana yang dipaparkan oleh seorang penyair:</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kalian tidak bisa menjadi seperti mereka, (maka) contohlah mereka!</p>
<p style="text-align: justify;">Karena sesungguhnya, meneladani orang-orang mulia, merupakan keutamaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, kisah yang disebutkan dalam sirah &#8216;Umar bin &#8216;Abdil-&#8217;Azis (Juz 1, hlm 23). Yaitu kisah Amirul-Mukminin &#8216;Umar bin Khaththab Radhiyallahu &#8216;anhu dengan seorang wanita. Tatkala Khalifah &#8216;Umar bin Khaththab Radhiyallahu &#8216;anhu memegang tampuk pemerintahan, beliau melarang mencampur susu dengan air.</p>
<p style="text-align: justify;">Awal kisah, pada suatu malam Khalifah &#8216;Umar bin Khaththab Radhiyallahu &#8216;anhu pergi ke daerah pinggiran kota Madinah. Untuk istirahat sejenak, bersandarlah beliau di tembok salah satu rumah. Terdengarlah oleh beliau suara seorang perempuan yang memerintahkan anak perempuannya untuk mencampur susu dengan air. Tetapi anak perempuan yang diperintahkan tersebut menolak dan berkata: &#8220;Bagaimana aku hendak mencampurkannya, sedangkan Khalifah &#8216;Umar melarangnya?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar jawaban anak perempuannya, maka sang ibu menimpalinya: &#8220;Umar tidak akan mengetahui.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar ucapan tersebut, maka anaknya menjawab lagi: &#8220;Kalaupun &#8216;Umar tidak mengetahui, tetapi Rabb-nya pasti mengetahui. Aku tidak akan pernah mau melakukannya. Dia telah melarangnya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Kata-kata anak wanita tersebut telah menghunjam ke dalam hati &#8216;Umar. Sehingga pada pagi harinya, anaknya yang bernama &#8216;Ashim, beliau panggil untuk pergi ke rumah wanita tersebut. Diceritakanlah ciri-ciri anak tersebut dan tempat tinggalnya, dan beliau berkata: &#8220;Pergilah, wahai anakku dan nikahilah anak tersebut,&#8221; maka menikahlah &#8216;Ashim dengan wanita tersebut, dan lahirlah seorang anak perempuan, yang darinya kelak akan lahir Khalifah &#8216;Umar bin &#8216;Abdil &#8216;Azis.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah tersebut ialah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;">- Kesungguhan salaf dalam mendidik anak-anak mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">- Selalu menanamkan sifat muraqabah, yaitu selalu merasa diawasi oleh Allah Azza wa Jalla, baik ketika sendiri atau ketika bersama orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">- Tidak meresa segan untuk memberikan nasihat kepada orang tua.</p>
<p style="text-align: justify;">- Memilihkan suami yang shalih atau istri yang shalihah bagi anak-anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Penggalan kisah ini hanya sekedar contoh, bagaimana cara kita mengambil pelajaran berharga dari sebuah kisah, kemudian menanamkannya pada anak-anak kita, dan masih banyak contoh lainnya, baik di dalam Al-Qur`an maupun Al-Hadits yang bisa digali dan jadikan sebagai kisah-kisah yang layak dituturkan kepada anak-anak kita.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>PELAJARAN DAN KEUTAMAAN KISAH-KISAH TELADAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kisah-kisah teladan mempunyai keistimewaan yang sangat berbeda dengan kisah-kisah fiktif maupun mitos, yaitu dari sisi kebenarannya, dan sesuai dengan kenyataan yang ada. Di dalamnya juga terkandung tujuan-tujuan mulia.</p>
<p style="text-align: justify;">1). Kisah mampu memberikan peran yang penting dalam menarik perhatian, mengembangkan pikiran dan akal anak. Karena dengan mendengarkannya, dapat mendatangkan kesenangan dan kegembiraan.</p>
<p style="text-align: justify;">Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam terbiasa membawakan kisah di hadapan para sahabat, baik yang muda maupun yang tua. Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian terhadap kisah yang dituturkan beliau, berupa berbagai peristiwa yang terjadi pada masa lampau, agar bisa mengambil pelajaran darinya, baik oleh orang-orang sekarang maupun sesudahnya hingga hari Kiamat</p>
<p style="text-align: justify;">2). Kisah-kisah tersebut bisa membangkitkan kepercayaan anak-anak terhadap sejarah tokoh yang menjadi tauladan mereka. Sehingga akan menambah semangat untuk maju, serta membangkitkan semangat ke-islaman mereka agar lebih mendalam dan menggelora.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">3). Kisah-kisah para ulama yang mengamalkan ilmunya, demikian juga kisah-kisah orang-orang shalih merupakan sarana terbaik untuk menanamkan berbagai sifat utama pada diri anak-anak, serta mendorongnya untuk siap mengemban berbagai kesulitan untuk meraih tujuan mulia dan luhur.</p>
<p style="text-align: justify;">4). Kisah-kisah teladan juga akan membangkitkan anak-anak untuk mengambil teladan dari orang-orang yang mempunyai tekad kuat dan mau berkorban, sehingga ia akan terus naik menuju derajat yang tinggi dan terhormat.</p>
<p style="text-align: justify;">5). Tujuan utama menuturkan kisah-kisah teladan tersebut, yaitu untuk mendidik dan membersihkan jiwa, bukan hanya sekedar untuk bersenang-senang atau menikmati kisah-kisah itu saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itulah, cerita juga memiliki peran sangat penting dalam mencapai tujuan-tujuan mulia tersebut. Sehingga Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam juga banyak memaparkan kisah orang-orang terdahulu kepada para sahabatnya, untuk kemudian diambil pelajaran dan peringatan darinya. Kebiasaan beliau n dalam berkisah, beliau mendahului dengan uangkapan “telah terjadi pada orang-orang sebelum kalian&#8221;, kemudian beliau n menuturkan kisah tersebut, dan para sahabat mendengarkannya dengan seksama sampai selesai. Dalam hal ini, beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menerapkan metode Ilahi, sebagaimana firman-Nya Azza wa Jalla.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir&#8221;.</em> [Al-A’raaf/7:179].</p>
<p style="text-align: justify;">Para sahabat pun mengambil pelajaran pada setiap kisah yang dituturkan Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Mereka mendapatkan manfaat dari sisi pendidikan dan akhlak, sebagai bekal yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah semestinya seorang anak dibiasakan hidup dalam nuansa kisah-kisah yang pernah dibawakan Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, sirah Nabi dan juga kisah-kisah dalam Al-Qur`an, agar ia terbiasa hidup dalam nuasa iman dan suri teladan yang utama, sehingga keimanannya semakin hari semakin kokoh. Wallahu a’lam.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun XI/1428H/2007M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]</p>
<p style="text-align: justify;">________</p>
<p style="text-align: justify;">Footnote</p>
<p style="text-align: justify;">[1]. Kaifa Nurabbi Auladana wa Mâ Huwa Wajib Al-Aba-i Wal-Abna’, hlm. 2.</p>
<p style="text-align: justify;">[2]. Lihat kitab At-Tarbiyyah bil-Qishashi, hlm. 5, dengan beberapa perubahan.</p>
<p style="text-align: justify;">[3]. Manhaj At-Tarbiyyah An-Nabawiyyah li-Thifli, hlm. 339.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">di-posting ulang dari www.almanhaj.or.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abiyar.com/dongeng-dan-cerita-untuk-anak-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dongeng dan Cerita untuk Anak? (1)</title>
		<link>http://abiyar.com/dongeng-dan-cerita-untuk-anak/</link>
		<comments>http://abiyar.com/dongeng-dan-cerita-untuk-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 02:22:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[cerita horor]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng dan cerita untuk anak]]></category>
		<category><![CDATA[kisah islami]]></category>
		<category><![CDATA[panduan memilih cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu metode pendidikan yang sering digunanakan para orang tua adalah melalui dongeng atau cerita. Melalui cerita-cerita tersebut, kita berusaha memasukkan nilai-nilai keteladanan bagi mereka. Namun ternyata, tidak semua cerita-cerita yang kita anggap baik, yang kita sampaikan kepada anak itu “benar-benar baik” dalam kaca mata syariat. Lalu bagaimanakah kaidah-kaidah dalam berkisah kepada anak? Berikut ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah satu metode pendidikan yang sering digunanakan para orang tua adalah melalui dongeng atau cerita. Melalui cerita-cerita tersebut, kita berusaha memasukkan nilai-nilai keteladanan bagi mereka. Namun ternyata, tidak semua cerita-cerita yang kita anggap baik, yang kita sampaikan kepada anak itu “benar-benar baik” dalam kaca mata syariat. Lalu bagaimanakah kaidah-kaidah dalam berkisah kepada anak? Berikut ini penjelasan yang disampaikan oleh Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nurhuda terkait permasalahan tersebut yang kami anggap cukup bermanfaat bagi kita para orang tua, dan para pendidik baik di sekolah atau di TPA.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>MEMILIHKAN KISAH YANG MENDIDIK</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kisah, keterkaiatannya dengan pendidikan anak, memiliki peran yang sangat penting, lantaran kisah juga merupakan salah satu metode pengajaran. Dalam Al-Qur`an, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala telah mengajarkan berbagai kisah dari umat-umat terdahulu. Sehingga secara langsung bisa dipahami, bahwa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap masalah ini, yaitu dengan menyebutkan kisah-kisah yang mendidik dan bermanfaat sebagai metode dalam menyampaikan pengajaran. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala telah mencontohkan kisah tentang Luqman Al-Hakim yang memberi wasiat kepada anaknya dengan wasiat yang sangat penting dan berharga.[1]</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-199"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian semestinya yang diterapkan dalam mendidik anak, ialah dengan mendasarkan kepada wahyu, yaitu Al-Kitab dan juga As-Sunnah. Karena dalam dua sumber tersebut terdapat kebaikan, kesempurnaan, dan tepat bagi manusia. Bukankah jika </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abiyar.com/dongeng-dan-cerita-untuk-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
