<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Samara &#187; mandi bersama</title>
	<atom:link href="http://abiyar.com/tag/mandi-bersama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abiyar.com</link>
	<description>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Feb 2010 10:27:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mandi Bareng Yuk Dik &#8230;.</title>
		<link>http://abiyar.com/mandi-bareng-yuk-dik/</link>
		<comments>http://abiyar.com/mandi-bareng-yuk-dik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 09:06:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ranjang Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[mandi bersama]]></category>
		<category><![CDATA[mandi bersama dengan istri]]></category>
		<category><![CDATA[membangun kemesraan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Barangkali inilah salah satu di antara kiat-kiat yang dicontohkan oleh Rasulullah bagi pasutri untuk semakin menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang di antara keduanya: -mandi bersama-. Tidak perlu sungkan, tidak perlu malu. Insya@llah, bukankah jika disertai niat untuk menjalankan sunnah Rasulullah hal ini akan membawa pahala. Mari.



Mandi Bareng
Mandi Bareng? Ih….malu; jijik lagi. Ntar…
Ah…gak mau!!!
Demikian beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-141" title="sotc-deckmountenclosures" src="http://abiyar.com/wp-content/uploads/2009/10/sotc-deckmountenclosures3.jpg" alt="sotc-deckmountenclosures" width="145" height="183" />Barangkali inilah salah satu di antara kiat-kiat yang dicontohkan oleh Rasulullah bagi pasutri untuk semakin menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang di antara keduanya: -mandi bersama-. Tidak perlu sungkan, tidak perlu malu. Insya@llah, bukankah jika disertai niat untuk menjalankan sunnah Rasulullah hal ini akan membawa pahala. Mari.</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mandi Bareng</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mandi Bareng? Ih….malu; jijik lagi. Ntar…<br />
Ah…gak mau!!!<br />
Demikian beberapa komentar yang penulis dapatkan mengenai ritual mandi bareng antara suami – istri;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku biasa mandi bersama dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan satu bejana. Kami biasa bersama-sama memasukkan tangan kami (ke dalam bejana).” (HR. Abdurrazaq dan Ibnu Abi Syaibah)</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Hadits di atas menjelaskan kepada kita, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, seorang hamba pilihan Allah, Rasul terakhir, teladan kita; tidak segan-segan untuk mandi bersama dengan istri beliau, dalam hadits di atas, beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mandi bersama dengan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam satu kamar mandi dengan bak yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-66"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Betapa mesra apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan istri beliau. Meskipun beliau sebagai seorang yang super sibuk mengurus ummat, namun beliau tidak lupa untuk menjalin kemesraan dengan istri-istri beliau.</p>
<p style="text-align: justify;">Mandi bersama antara suami dan isti bukan suatu hal yang tercela. Toh, junjungan kita, teladan ummat ini, manusia terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rasullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukannya. Apabila hal ini merupakan hal yang tercela, tentulah beliau Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak akan melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan mandi bersama, akan terwujud suatu kemesraan, jika hal ini biasa dilakukan oleh pasangan suami istri, insya Allah akan terwujud suatu ikatan yang kuat antara suami dan istri. Mandi bersama, merupakan salah satu langkah untuk mengakrabkan dan melestarikan kemesraan antara suami dan istri. Dengan mandi bersama, kejenuhan, kebosanan, ketegangan antara suami-istri dapat hilang dan berganti dengan suasan penuh kedamaian dan ketentraman. Gak percaya? Coba aja lagi…!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, bila seorang suami minta istrinya menemani mandi, janganlah istri menolak, demikian juga sebaliknya. Bila suami meminta istri tuk mengeramasi , menggosokakan sabun di badannya, meluluri badannya; istri tidak perlu risi atau menganggap suaminya kekanak-kanakan. Demikian juga sebaliknya. Istri pun boleh melakukan permintaan yang sama kepada suami. Hal ini bukan hanya monopoli pihak suami. Bukan lah hal tercela atau aib jika suami melakukan hal-hal di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Mandi bersama ini, di antara sebagian pasangan merupakan hal yang tabu dan tercela. Entah apa alasan mereka. Ada yang karena malu, ada yang jijik dan sebagainya. Bagi mereka yang memiliki pandangan seperti ini, hendaklah mereka takut kepada Allah dan segera bertaubat kepada Allah. Secara tidak sadar, dan tanpa sengaja; mereka telah menuduh rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukan perbuatan yang tidak patut dan tercela. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah orang yang paling baik akhlaqnya di muka bumi ini. Apabila hal tersebut (mandi bersama) merupakan hal yang tidak terpuji, apalagi melanggar syariat Allah Subhanau wa Ta’ala; tentulah Allah Azza wa Jalla akan menegur Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai bukti kemaksuman beliau. Namun hal ini tidak terjadi, alhamdulillah. Jika mandi bersama ini merupakan suatu hal yang memalukan, tentulah Ummahatul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha tidak akan menceritakan hadits ini kepada kita semua. Bukankah begitu?</p>
<p style="text-align: justify;">So… tidak ada alasan tuk tidak melakukannya bukan? Jadikan mandi bersama sebagai bagian dari hidup kita sehari-hari.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">di copi paste dari rumah Abah Utik di abah.tblog.com</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abiyar.com/mandi-bareng-yuk-dik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
