<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Samara &#187; menceraikan istri</title>
	<atom:link href="http://abiyar.com/tag/menceraikan-istri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abiyar.com</link>
	<description>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Feb 2010 10:27:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ketika Istri Durhaka (Nusyuz) Kepada Suami</title>
		<link>http://abiyar.com/ketika-istri-durhaka-nusyuz-kepada-suami/</link>
		<comments>http://abiyar.com/ketika-istri-durhaka-nusyuz-kepada-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 08:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>
		<category><![CDATA[istri bertindak nusyuz (durhaka/membangkang) kepada suami]]></category>
		<category><![CDATA[memukul istri]]></category>
		<category><![CDATA[menceraikan istri]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat kepada istri]]></category>
		<category><![CDATA[pisah ranjang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Kadangkala dalam sebuah rumah tangga seorang istri bertindak nusyuz (durhaka/membangkang)  kepada suami. Lalu bagaimana seharusnya seorang suami menghadapinya? Penjelasan berikut barangkali dapat membantu kita bersikap bijak dalam kondisi tersebut.
Pertanyaan:

Saya mempunyai seorang istri yang sering bicara kasar kepada suami, kadang membantah, kadang tidak patuh. Saya nasihati di dengan pendekatan agama, tetapi seolah-olah menyepelekan. Mohon nasihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kadangkala dalam sebuah rumah tangga seorang istri bertindak <em>nusyuz </em>(durhaka/membangkang)  kepada suami. Lalu bagaimana seharusnya seorang suami menghadapinya? Penjelasan berikut barangkali dapat membantu kita bersikap bijak dalam kondisi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<ol>
<li>Saya mempunyai seorang istri yang sering bicara kasar kepada suami, kadang membantah, kadang tidak patuh. Saya nasihati di dengan pendekatan agama, tetapi seolah-olah menyepelekan. Mohon nasihat dan solusi. 0852xxxxxxx</li>
<li>Saya mohon saran, apa yang harus saya lakukan menghadapi istri yang sering membuat kesal. Jika ditegur dengan baik pada masalah yang kita anggap kurang benar, ia tidak mau menerimanya, tetapi justru menjadi marah. 0813xxxxx</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-161"></span><strong>Jawab:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk kedua pertanyaan di atas, kami ambilkan jawabannya dari penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin dalam <em>Fatawa ‘Ulama Al-Biladhil Haram</em>, halaman 499. Sebab inti permasalahan dari pertanyaan tersebut sama dengan yang diajukan kepada beliau, yaitu tentang seorang wanita yang melakukan pembangkangan tehadap suaminya. Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin berkata:</p>
<p style="text-align: justify;">Cara yang semestinya ditempuh oleh suami untuk mengatasi istri yang membangkang, yaitu dengan memberi nasihat dan mengingatkannya tentang hak-hak suami (yang menjadi kewajiban istri) dan menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukannya merupakan dosa, bila ia melanggar hak-hak suami. Juga dijelaskan bila ia memenuhi hak-hak suaminya, maka akan menjadi faktor kebahagiaan keluarga dengan suami , di samping pahala besar akan ia raih.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun kewajiban suami kepada istrinya, yaitu mempergaulinya dengan ma’ruf. Berdasarkan firman Allah:</p>
<p style="text-align: right;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا وَلا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا</p>
<p style="text-align: right;">
<p style="text-align: justify;">Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, Padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (An Nisaa: 19)</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila suami telah mengerjakan kewajiban-kewajibannya, tetapi istri masih membangkang  (berbuat <em>nusyuz</em>), maka suami menasihati dan mengingatkannya tetang dosa yang harus ia tanggung sendiri. Bila tidak berhasil, (maka) cara berikutnya dengan menjauhinya di kasur, tidak mengajaknya berbicara sampai ia (istri) memperbaiki perilakunya. Bila cara ini tidak mempan, (maka) cara ketiga, memukulnya dengan pukulan yang tidak mencederai, tetapi pukulan yang dirasa ringan cukup efisien untuk mendidiknya, tidak menyakitkan atau melukai, dan juga tidak keras yang berlebihan. Pukulan yang membuatnya cidera atau menyakitkan justru dapat berpotensi menambah sikap antipati dan pembangkangan istri, (maka tidak boleh). Sebab tujuannya semata-mata adalah untuk perbaikan dan kebaikan istri.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian jawaban kami. Kami ikut berdoa, mudah-mudahan Anda dan keluarga senantiasa dimudahkan oleh Allah dalam menghadapi masalah ini. Bersabar, selalu taat dan kian mendekatkan diri kepada Allah, niscaya pertolongan Allah itu amat dekat. Billahit taufiq.</p>
<p style="text-align: justify;">(Ditulis ulang dari Majalah As Sunnah Edisi 7&amp;8/X/1427H/2006M</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abiyar.com/ketika-istri-durhaka-nusyuz-kepada-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
