<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Samara &#187; pendidikan anak di dalam islam</title>
	<atom:link href="http://abiyar.com/tag/pendidikan-anak-di-dalam-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abiyar.com</link>
	<description>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Feb 2010 10:27:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mendoakan Anak ketika Masih dalam Sulbi Ayah</title>
		<link>http://abiyar.com/mendoakan-anak-ketika-masih-dalam-sulbi-ayah/</link>
		<comments>http://abiyar.com/mendoakan-anak-ketika-masih-dalam-sulbi-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 17:08:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[doa sebelum jima']]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak di dalam islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan anak di dalam Islam bahkan telah dimulai semenjak jauh hari sebelum mereka dilahirkan. Sunnah nabawiyah yang mulia telah mengajarkan kita untuk berdoa terhadap kebaikan mereka ketika mereka masih berada di dalam sulbi ayah-ayah mereka.
Ketika kaum musyrikin penduduk Thaif menolak mentah-mentah da’wah Nabi yang menyeru mereka masuk Islam, mengintimidasi beliau, serta melempari beliau dengan batu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-132" title="benih-tumbuh" src="http://abiyar.com/wp-content/uploads/2009/11/benih-tumbuh2.jpg" alt="benih-tumbuh" width="171" height="113" />Pendidikan anak di dalam Islam bahkan telah dimulai semenjak jauh hari sebelum mereka dilahirkan. Sunnah nabawiyah yang mulia telah mengajarkan kita untuk berdoa terhadap kebaikan mereka ketika mereka masih berada di dalam sulbi ayah-ayah mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kaum musyrikin penduduk Thaif menolak mentah-mentah da’wah Nabi yang menyeru mereka masuk Islam, mengintimidasi beliau, serta melempari beliau dengan batu, malaikat penjaga bukit menawarkan kepada beliau untuk menutupkan dua buah bukit di Makah kepada mereka. Menanggapi tawaran itu, Nabi yang welas asih dan penuh kasih sayang itu mengatakan:</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Saya berharap semoga Allah mengeluarkan dari sulbi mereka orang (anak) yang menyembah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. (HR. Bukhari: 2992, dan Muslim: 3352)</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-123"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dan Allah merealisasikan harapan Nabi dengan masuknya anak-anak meraka ke dalam Islam.<br />
Demikian pula Nabi Muhammad, beliau membimbing kaum muslimin kepada sesuatu yang mendatangkan kemaslahatan anak di masa mendatang. Beliau bersabda:</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Apabila seseorang di antara kamu hendak mengumpuli istrinya (bersetubuh), ia membaca doa, “Bismillahi, allahumma jannibnasy syaithan wa jannibisy syaithana maa razaqtana” (dengan nama Allah , ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan syaithan dan jauhkanlah syaithan dari anak yang Engkau anugerahkan kepada kami), lalu lahir anak dari hubungan tadi, maka anak tersebut tidak akan diganggu syaithan untuk selama-lamanya (HR. Bukhari: 141, 3271, 5165, 6388 dan Muslim: 1434)</p>
<p style="text-align: justify;">Hadist ini merupakan arahan agar permulaan jima’ (bersenggama) itu berdoa kepada Allah. Apabila asma Allah yang disebutkan pada permulaan jima’, berarti hubungan suami-istri tadi dibangun atas pondasi ketakwaan. Dengan demikian, anak yang dihasilkan pun tidak akan diganggu syaithan dengan izin Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika mau menikah, kita diperintahkan Allah Yang Maha Luhur dan Maha Agung agar memilih calon suami yang shalih dan calon istri yang shalihah. Hal ini dimaksudkan agar mereka kelak mampu mencetak dan mendidik generasi yang baik. Dalam hal ini Allah berfirman:</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. (QS. An Nuur: 32).</p>
<p style="text-align: justify;">Dan Nabi bersabda dalam memberikan pengertian ayat ini,</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Pilihkanlah (tempat yang baik) untuk spermamu; dan nikahlah kalian dengan wanita sekufu dan nikahkanlah (perempuan-perempuan) itu dengan mereka. (HR. Al-Hakim, Baihaqi, Ibnu Majah, Daruquthni, Dhiyauddin al-Maqdisi dan Ibnu Abi Syaibah. Hadist ini dihasankan oleh Albani, rahimahullah)</p>
<p>Ditulis ulang dari Tumbuh di Bawah Naungan Illahi oleh Jamal Abdul Rahman.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abiyar.com/mendoakan-anak-ketika-masih-dalam-sulbi-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
