<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Samara &#187; pria ketiga</title>
	<atom:link href="http://abiyar.com/tag/pria-ketiga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abiyar.com</link>
	<description>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Feb 2010 10:27:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tips Mencegah Perselingkuhan dalam Keluarga</title>
		<link>http://abiyar.com/tips-mencegah-perselingkuhan-dalam-keluarga/</link>
		<comments>http://abiyar.com/tips-mencegah-perselingkuhan-dalam-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 07:53:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>
		<category><![CDATA[istri berselingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[pria ketiga]]></category>
		<category><![CDATA[suami berselingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[tips mencegah perselingkuhan]]></category>
		<category><![CDATA[wanita ketiga]]></category>
		<category><![CDATA[wanita perusak rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Bencana terbesar bagi pasutri ketika suami atau istri terlibat dalam sebuah perselingkuhan. Betapa tidak, perselingkuhan yang notabene adalah zina merupakan salah satu dosa yang terbesar. Apalah lagi jika dilakukan oleh seseorang yang terikat dalam perkawinan atau pernah menjalani perkawinan. Sebuah dosa yang kepada pelakunya di dunia ini dihukum rajam sampai mati. Takut? Tentu saja. Berikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify; ">Bencana terbesar bagi pasutri ketika suami atau istri terlibat dalam sebuah perselingkuhan. Betapa tidak, perselingkuhan yang notabene adalah zina merupakan salah satu dosa yang terbesar. Apalah lagi jika dilakukan oleh seseorang yang terikat dalam perkawinan atau pernah menjalani perkawinan. Sebuah dosa yang kepada pelakunya di dunia ini dihukum rajam sampai mati. Takut? Tentu saja. Berikut ini bingkisan nasihat yang dirangkum oleh al akh <a href="http://abiyar.com/goto/http://abul-jauzaa.blogspot.com/" ><strong>Abu Al-Jauzaa&#8217;</strong></a>, semoga bermanfaat bagi kita semua.</p>
<p style="text-align: justify; ">Tips ini hanya ditujukan khususnya bagi yang <strong>telah menikah</strong>. Bagi yang belum menikah juga boleh, biar &#8220;nantinya&#8221; (setelah menikah) dapat mencoba tips ini. Selingkuh dalam terminologi ini adalah zina. Bukan selingkuhnya versi pacaran muda-mudi yang memuakkan sebagaimana terminologi kontemporer para selebritis.</p>
<p style="text-align: justify; "><strong><span id="more-216"></span>1. </strong> Ikhlash kepada Allah <em>ta&#8217;ala</em>. Ikhlash merupakan obat penawar yang paling manjur. Jika seseorang yang selingkuh benar-benar <em>ikhlash</em> dan menghadapkan wajahnya kepada Allah <em>ta&#8217;ala</em> dengan tulus, niscaya Allah <em>ta&#8217;ala</em> akan menolongnya dengan ke-Mahalembutan-Nya dengan cara yang tidak pernah terlintas dalam hatinya. Orang tersebut tentu akan segera sadar bahwa ia sedang dalam penjagaan Rabbnya yang tidak pernah tidur, hingga kemudian dapat meninggalkan aktifitas selingkuh. Ia akan tersibukkan dengan hal-hal yang membuat ridla Rabbnya.</p>
<p style="text-align: justify; ">Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah <em>rahimahullah</em> berkata, &#8220;Sesungguhnya apabila hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah <em>ta&#8217;ala</em> dan ikhlash kepada-Nya, maka tidak ada yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat, dan lebih baik darinya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>2. </strong>Tindakan preventif secara umum, yaitu dengan cara menyucikan jiwa untuk membersihkan diri dari bisikan-bisikan setan yang merupakan langkah awal menjerumuskan mereka ke dalam kemunkaran.</p>
<p style="text-align: center; "><strong>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong><span style="font-weight: normal; "><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan yang munkar&#8221;</em><em> </em>[QS. An-Nuur : 21].</span></strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong>3.</strong> Orang yang hendak memasuki rumah orang lain disyari&#8217;atkan untuk memohon ijin terlebih dahulu sehingga terhindar dari pandangan yang dapat melihat aurat penghuni rumah.</p>
<p style="text-align: center; "><strong>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ </strong><strong> </strong><strong>* فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّى يُؤْذَنَ لَكُمْ وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا هُوَ أَزْكَى لَكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ * لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ مَسْكُونَةٍ فِيهَا مَتَاعٌ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum minta ijin dan memberikan salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat ijin. Dan jika dikatakan kepadamu : “Kembali (saja)lah”; maka hendaknya kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan”</em><em> </em>[QS. An-Nuur : 27-29].</p>
<p style="text-align: justify; ">Diriwayatkan dari Abdullah bin Busr <em>radliyallaahu ‘anhu</em>, ia berkata :</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أتى باب قوم لم يستقبل الباب من تلقاء وجهه ولكن من ركنه الأيمن أو الأيسر ويقول السلام عليكم السلام عليكم</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">”Apabila Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wasallam</em> mendatangi pintu/rumah seseorang, beliau tidak berdiri di depan pintu. Akan tetapi di samping kanan atau di samping kiri. Kemudian beliau mengucapkan : <em>Assalamu’alaikum Assalamu’alaikum</em>” [HR. Abu Dawud no. 5186; shahih].</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>4. </strong>Bila ada tamu laki-laki yang bukan mahram sementara suami tidak ada di rumah, sebaiknya ditolak. Demikian pula sebaliknya bila ada tamu wanita yang bukan mahram sementara istri tidak ada di rumah.</p>
<p style="text-align: justify; ">Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda :</p>
<p style="text-align: center; "><strong>لا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلا مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><em>“Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya” </em>[HR. Al-Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341].</p>
<p style="text-align: center; "><strong>وَلا تَأْذَنُ فِيْ بَيْتِهِ وَهُوَ شَاهِدٌ إِلا بِإِذْنِهِ</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><em>“Dan janganlah seorang wanita mengijinkan seseorang masuk ke dalam rumah suaminya sementara dia (suami) ada di</em><em> </em><em>sana, kecuali dengan ijin suaminya tersebut” </em>[HR. Muslim no. 1026].</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>5. </strong>Menyucikan mata dari pandangan kepada wanita atau laki-laki yang bukan mahram. Manfaat menahan pandangan sangat besar, diantaranya adalah: menyelamatkan hati dari rasa gundah-gulana yang menyakitkan, membuat hati bercahaya dan bersinar yang kelak akan terlihat pada mata, wajah, dan seluruh tubuh; terakhir, menjernihkan firasat, karena firasat itu berasal dari cahaya hati dan buahnya.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ * وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><em>Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat&#8221;. Katakanlah kepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya”</em><em> </em>[QS. An-Nuur : 30-31].</p>
<p style="text-align: justify; ">Dari Jarir bin ‘Abdillah <em>radliyallaahu ‘anhu</em> ia berkata :</p>
<p style="text-align: center;"><strong>سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِيْ أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِي</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">”Aku bertanya kepada Rasulullah <em>shallallaahu ’alaihi wasallam</em> dari pandangan tiba-tiba (tidak sengaja). Maka beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku” [HR. Muslim no. 2159].</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>6. </strong>Bagi wanita, dilarang ia ber-<em>tabarruj</em> (dandanan menor) di hadapan laki-laki yang bukan mahram.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><em>”Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu”</em> [QS. Al-Ahzaab : 33].</p>
<p style="text-align: justify; ">Nabi <em>shallallaahu ’alaihi wa sallam</em><em> </em>telah bersabda :</p>
<p style="text-align: center;"><strong>المرأة عورة فإذا خرجت استشرفها الشيطان</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><em>”Wanita itu adalah aurat. Apabila ia keluar (rumah), maka setan akan menghiasi dirinya (sehingga dipandang indah di mata kaum laki-laki)”</em> [HR. At-Tirmidzi no. 1173; shahih].</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>7. </strong> Larangan terhadap sesuatu yang dapat menggerakkan atau menggugah nafsu birahi laki-laki atau wanita, misalnya dengan menutup aurat sesuai dengan yang disyari&#8217;atkan.</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>8.</strong> Tidak bercampur-baur antara laki-laki dengan wanita yang bukan mahram.</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>9. </strong>Menjauhkan diri dari sarana-sarana yang akan membangkitkan gairah seks (majalah, koran, tv, dan media lainnya yang terpampang gambar-gambar dan memuat bumbu-bumbu cerita vulgar).</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>10. </strong>Menjauh dari &#8220;orang lain&#8221; yang dicintai (selain suami/istri = PIL/WIL ? ), sebab memisahkan diri dan menjauh akan mengusir bayangan orang yang pernah dicintai dalam hatinya, seperti mantan pacar atau rekan kerja.</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>11. </strong> Senantiasa menghadiri majelis ilmu.</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>12.</strong> Selalu konsisten menjaga shalat dengan sempurna, menjaga kewajiban-kewajiban shalat, baik berupa kekhusyukan dan kesempurnaannya secara lahir maupun bathin.</p>
<p style="text-align: justify; ">
<p style="text-align: justify; ">dikutip apa adanya dari <a href="http://abiyar.com/goto/http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/02/tips-ini-hanya-ditujukan-khususnya-bagi.html" >sini</a></p>
<p style="text-align: justify; ">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abiyar.com/tips-mencegah-perselingkuhan-dalam-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
