<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Samara &#187; ujian bagi istri</title>
	<atom:link href="http://abiyar.com/tag/ujian-bagi-istri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abiyar.com</link>
	<description>Rembug Pasutri: Menggapai Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Feb 2010 10:27:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ketika Suami Galak dan Mudah Tersinggung</title>
		<link>http://abiyar.com/ketika-suamiku-galak-dan-mudah-tersinggung/</link>
		<comments>http://abiyar.com/ketika-suamiku-galak-dan-mudah-tersinggung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 09:43:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu hanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa Syaikh Utsaimin]]></category>
		<category><![CDATA[kesabaran istri]]></category>
		<category><![CDATA[suami yang galak dan mudah tersinggung]]></category>
		<category><![CDATA[ujian bagi istri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abiyar.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Seorang suami yang penyayang, penuh perhatian dan rasa cinta kepada istri. Demikianlah potret pribadi suami yang didambakan oleh segenap barisan para istri. Namun apa daya, kadangkala seorang istri ditakdirkan bersuamikan laki-laki yang sangat jauh dari impian. Suaminya ternyata seorang laki-laki yang galak dan mudah tersinggung. Ketika kondisinya demikian bagaimanakah seorang istri harus bersikap. Fatwa Syaikh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seorang suami yang penyayang, penuh perhatian dan rasa cinta kepada istri. Demikianlah potret pribadi suami yang didambakan oleh segenap barisan para istri. Namun apa daya, kadangkala seorang istri ditakdirkan bersuamikan laki-laki yang sangat jauh dari impian. Suaminya ternyata seorang laki-laki yang galak dan mudah tersinggung. Ketika kondisinya demikian bagaimanakah seorang istri harus bersikap. Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berikut semoga dapat melapangkan hati para istri yang beroleh ujian yang demikian.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Suami saya –semoga Allah memaafkannya- walaupun berakhlak baik dan takut kepada Allah, ia sama sekali tidak punya perhatian terhadap saya di rumah. Ia selalu bermuka masam dan mudah sekali tersinggung, bahkan saya sering dituduh sebagai penyebabnya. Tapi Allah Maha Tahu bahwa saya, alhamdulillah, senantiasa selalu memenuhi haknya dan selalu berusaha membuatnya tenang dan tenteram serta menjauhkan darinya segala sesuatu yang dapat menyakitinya, serta saya tetap bersabar menghadapi semua sikapnya terhadap saya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-195"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Setiap kali saya bertanya tentang sesuatu atau mengajaknya berbicara tentang sesuatu, ia langsung marah dan menghardik, ia bilang bahwa itu perkataan bodoh dan tidak berguna, padahal ia selalu bersikap ceria terhadap teman-temannya. Sementara dalam pandangan saya sendiri, tidak ada yang saya lihat pada dirinya selain mencela dan memperlakukan saya dengan buruk. Sungguh hal ini sangat menyakiti dan menyiksa saya, sampai-sampai saya pergi meninggalkan rumah beberapa kali. Saya sendiri , alhamdulillah, seorang wanita yang berpendidikan menengah (SLA) dan saya bisa melaksanakan apa yang diwajibkan Allah atas saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Syaikh yang terhormat, jika saya meninggalkan rumah dan mendidik anak-anak sendirian serta bersabar menghadapi kesulitan hidup, apakah saya berdosa? Atau haruskah saya tetap bersamanya dalam kondisi seperti itu sambil tidak bicara dan bersikap masa bodoh terhadap urusan dan problematikanya? Tolong beritahu saya tentang apa yang harus saya lakukan. Semoga Allah memberikan kebaikan pada anda.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Jawaban:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak diragukan lagi, bahwa yang diwajibkan atas suami isteri adalah saling bergaul dengan cara yang patut, saling bertukar kasih sayang dan akhlak yang luhur disertai dengan sikap baik dan lapang dada. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Artinya : Dan bergaullah dengan mereka secara patut.”</em> (An-Nisa : 19)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan firman-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Artinya : Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya.”</em><strong> </strong>(Al-Baqarah : 228)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Juga berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Kebaikan adalah berakhlak baik.”</em> (Riwayat Al-Bukhari dalam kitab Al-Adab (6105) dan Muslim dalam kitab Al-Iman (110)).</p>
<p style="text-align: justify;">Dan sabdanya:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Janganlah engkau meremehkan perbuatan baik sedikit pun. (Lakukanlah) walaupun (hanya) berjumpa saudaramu dengan (menunjukkan) wajah berseri-seri.”</em> (Riwayat Al-Bukhari dalam kitab Al-Iman (48) dan Muslim dalam kitab Al-Iman (64)).</p>
<p style="text-align: justify;">Serta sabdanya:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang perilakunya paling baik terhadap isterinya.” </em>(HR Muslim, kitab Al-Birr (2598))</p>
<p style="text-align: justify;">Dan berdasarkan hadits-hadits lainnya yang menunjukkan anjuran berakhlak baik, wajah berseri saat berjumpa dan perlakuan yang baik antar sesama muslim secara umum, lebih-lebih antara suami isteri dan kerabat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Anda telah melakukan hal yang baik, yaitu bersabar dan tabah terhadap sikap keras dan perilaku buruk suami anda. Saya sarankan agar anda meningkatkan kesabaran dan tidak meninggalkan rumah, karena dengan begitu isnya Allah akan banyak kebaikan dan akibat yang terpuji, berdasarkan firman Allah:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar.”</em> (Al-Anfal : 46)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan firmanNya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Sesungguhnya barangsiapa yang bertaqwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”</em> (Yusuf : 90)</p>
<p style="text-align: justify;">Serta firmanNya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas.”</em> (Az-Zumar : 10).</p>
<p style="text-align: justify;">Juga firmanNya:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Maka bersabarlah ; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.”</em> (Hud : 49)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tidak ada salahnya anda mencoba mencandainya, mengajaknya berbicara dengan kata-kata yang bisa melunakkan hatinya serta membangkitkan kepedulian dan perasaannya terhadap hak-hak anda. Hindari permintaan-permintaan materi duniawi selama ia melaksanakan urusan-urusan penting yang wajib, sehingga dengan begitu hatinya akan tenang dan dadanya menjadi terbuka untuk menerima saran-saran anda. Dengan demikian anda akan mensyukuri akibatnya -<em>insya Allah</em>-.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga Allah menambahkan kebaikan anda dan memperbaiki kondisi suami anda, mengilhami dan menunjukinya serta menganugrahinya akhlak yan baik, lapang dada dan memelihara hak-hak. Sesungguhnya Dia-lah sebaik-baik tempat meminta dan Dia-lah yang menunjukkan ke jalan yang lurus.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">(Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin, juz 2, hal.830-831)</p>
<p style="text-align: justify;">Dikutip dari almanhaj.or.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abiyar.com/ketika-suamiku-galak-dan-mudah-tersinggung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
